Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp71,45 triliun dengan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp9,87 triliun. Ini menunjukkan target pertumbuhan PAD yang ambisius namun realistis.
DPRD DKI mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah melalui peningkatan penerimaan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ini mencakup optimalisasi retribusi dari sektor-sektor strategis seperti pasar, parkir, dan jasa layanan publik.
Kementerian Dalam Negeri mendorong pemda mempercepat transformasi digital untuk mengoptimalkan PAD, khususnya pada sektor retribusi daerah yang masih banyak dikelola secara konvensional. Sektor seperti pasar, parkir, dan objek wisata dinilai masih rawan kebocoran pendapatan.
Digitalisasi Parkir, BLUD
Tarif Listrik, Reklamasi
Regulasi Pusat, Sosialisasi
Wisata Digital, EV Charging
| Tahap | Timeline | Target Output | Estimasi Dampak |
|---|---|---|---|
| Tahap 1: Infrastruktur Setup sistem digital |
Q2-Q3 2026 | Platform terpusat ETPD | +15% efficiency |
| Tahap 2: Migrasi Data Converting manual to digital |
Q3-Q4 2026 | 100% data transaksional | -30% leakage |
| Tahap 3: Rollout Lengkap Full implementation |
Q1 2027 | Semua sektor retribusi | +25% revenue |
| Tahap 4: Optimization Data analytics & improvement |
Q2-Q4 2027 | Smart system AI-powered | +35% efficiency |
Klasifikasi: UNTUK PEMERINTAH DAERAH & KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Next Review: Q3 2026 (Evaluation Report)
Data Sources: Prov. DKI Jakarta, Kemendagri, DPRD DKI, Bappeda Jakarta, BPKD, Berita Resmi 2026